Berkunjung ke Kebun (Kleingarten) di Jerman

Assalamualaikum..

Bismillahirrohmaanirrohiim..

Setelah enam minggu ikut merasakan libur anak sekolah (padahal belum punya anak yang sekolah heheehe) akhirnya minggu ini mulai menjalani aktivitas seperti sebelum liburan. Tak disangka-sangka disela-sela aktivitas yang aku kerjakan malah mendapat undangan bersama teman-teman berkunjung ke kebun milik seorang teman yang berlokasi di daerah selatan Hannover.

Kebun yang dimaksud disini istilah lokalnya adalah Kleingarten (kebun kecil). Ya memang ukurannya tidak seluas kebun yang sampai berhektar-hektar seperti layaknya kebun yang diolah secara profesional. Berdasarkan cerita teman-teman.. Jadi bagi para penduduk di daerah perkotaan yang tinggalnya di gedung apartemen bertingkat, cara terbaik untuk memiliki kebun atau taman pribadi adalah dengan menyewa Kleingarten. Di kebun ini meskipun seseorang menyewa, mereka tidak mendapat pembatasan dari pemilik untuk menanam jenis-jenis tanaman tertentu. Umumnya penyewa memiliki kebebasan untuk menanam apa saja yang diinginkan. Penyewa boleh menanam sayuran, buah-buahan, bunga dan pepohonan. Di dalam kebun biasanya terdapat rumah berukuran kecil. Penyewa boleh bermalam di rumah tersebut. Selain itu penyewa juga bebas membuat kolam, meletakkan trampolin misalnya ataupun gawang mini untuk anak-anak main sepak bola.

Berikut foto-fotonya..

Biasanya penyewa kebun mengadakan berbagai acara di kebunnya. Misalnya grillen atau seperti acara temanku ini kami diundang makan siang bersama.

Muffin mini
Teh panas
Air putih
Schmand
Quark ditambah irisan daun bawang dan bawang merah
Salat
Berbagai roti enak

Makanan yang disajikan bervariatif dari menu Jerman seperti Kartoffelpuffer dan Tomatensalat. Lalu ada Nudelnsalat yang dibuat oleh teman dari Iran. Kemudian ada juga berbagai jenis roti, buah Zaitun, Apel, Anggur, Couscous Salat dll. Jadi ingat sebelum pindah ke Jerman malas sekali rasanya makam-makanan seperti ini. Sekarang bisa nambah hihihi…

Porsi pertama
Porsi kedua

Uang sewa kebun juga tidak mahal. Bayarnya pertahun sekitar 250-400 euro (berdasarkan cerita teman-teman ya). Tapi ya itu.. segala sesuatunya dikerjakan sendiri.. Dari mulai membersihkan kebun, menanam tanaman, membersihkan rumah kecil, menyiram dll.

Pemilik kebun bercerita bahwa ada beberapa jenis pohon buah dan dedaunan untuk tambahan masak. Contohnya daun bawang. Beliau pernah juga membawa selai cherry yang dibikin sendiri dari cherry yang tumbuh di kebunnya ini.

Pohon Apel

Aku jadi kepingin… Sepertinya seru punya lahan dimana anak-anak bebas bermain dikelilingi tanaman dan pepohonan tanpa rasa khawatir mengganggu tetangga. Bisa makan hasil bumi sendiri dan insyaAllah termasuk produk bio 🙂

Semoga dapat memberikan informasi tambahan bagi yang membaca ya..

-ameliasusilo-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.