Bunsay #4: Aliran Rasa

Assalamalaikum..

Bismillahirrohmaanirrohiim..

Sumber: Canva

Seperti yang sudah kita tahu, tidak semua anak dapat dilabeli memiliki dominan gaya belajar tertentu khususnya di usia yang masih dini. Pada usia seperti ini masih besar kemungkinannya untuk berubah-ubah. Belajar sambil bermain tentunya adalah cara yang saat ini paling menyenangkan untuk anakku. Dia menggunakan seluruh inderanya untuk belajar.

Bermain tentang alat sensori tubuh. Selama bermain ini mulutnya tidak berhenti berbicara. Setiap memegang gambar dia akan menyebut nama bendanya dan mengapa diletakkan di kotak alat tubuh yang ia pilih

Ketika aku menyiapkan proyek sesuai dengan tema mingguan dan aktivitas yang sudah kurencanakan, aku belum merencanakan sampai pada detil cara belajar apa yang akan aku observasi. Sementara ini sambil mengerjakan proyek atau sambil bermain maupun sambil berkegiatan sehari-hari, aku mencatat ciri-ciri muncul dan cara belajar yang lebih menyenangkan untuk D.

Aku senang sekali ketika kami melakukan sesuatu bersama anakku merespon dengan berbagai pertanyaan. Atau ketika sudah berganti hari tapi dia tetap bertanya atau mengingat tentang apa yang telah kami lakukan. Hati pun bahagia ketika, ia membicarakan idenya tentang sesuatu hal terkait tentang apa yang telah kami lakukan bersama.

Buku cerita tentang cuci tangan

Contohnya adalah ketika kami membaca buku tentang cuci tangan, kemudian kami praktik cuci tangan yang benar dan ia tiba-tiba bertanya tentang bakteri. MasyaAllah Tabarakallah..

Akhirnya setelah dua minggu mengobservasi gaya belajar anak, aku berkesimpulan sementara ini gaya belajar anakku masih berubah-ubah. Berdasarkan ciri-ciri yang ada pada tabel ciri gaya belajar sesungguhnya lebih banyak ke arah auditori dan visual. Namun dalam praktiknya, anakku lebih enjoy belajar dengan gaya auditori maupun kinestetik.

Oleh karena itu sebagai orang tua, tugasku adalah terus mengobservasi dan memahami cara belajar yang paling disukai oleh anakku. Sehingga aku dapat mengajarkan dia hal-hal baru dengan cara yang sesuai, merangsang rasa ingin tahunya, meningkatkan imajinasinya, merangsang anak untuk menemukan sesuatu yang baru dan dapat meningkatkan akhlak mulianya.

Contoh tabel observasi gaya belajar kami

Semoga bermanfaat

-ameliasusilo-