Ergotherapie

Enam bulan yang lalu kami khawatir karena si kecil sampai usianya menginjak 18 bulan masih belum bisa jalan. Pada saat usianya 15 bulan kami konsultasi ke dokter anak. Beliau hanya bilang bahwa kami tidak perlu khawatir karena perkembangan tiap anak berbeda dan apabila sampai usia 18 bulan masih belum bisa jalan, kami diminta untuk datang lagi.

Sebenarnya sejak dari awal, perkembangan motorik Danesh berbeda dengan anak lain sebayanya. Contohnya duduk maupun merangkak. Namun dokter anaknya selalu meyakinkan kami bahwa keterlambatannya masih wajar dan kami tidak perlu khawatir. Apalagi perkembangan yang lain seperti kemampuan bicaranya baik sekali. Menutur beliau wajar apabila anak berkembang pesat disatu area tetapi sedikit terlambat di area lainnya selama masih dalam batas normal.

Dokter yakin anak kami normal hanya ya dia belum mau atau belum saatnya saja untuk jalan. Namun agar lebih meyakinkan, Danesh mendapat dua surat rujukan untuk ke Krankengymnastik atau Ergotherapie dan Sozialpädiatrisches Zentrum (SPZ) di Rumah Sakit Anak.

Oh ya menurut kamus online Ergotherapie berarti terapi okupasi. Dari sebuah website familie.de yang menjelaskan tentang itu dalam bahasa Jerman:

Der Begriff “Ergotherapie” stammt aus dem Griechischen und bedeutet übersetzt in etwa „Heilung durch Handlung und Arbeit“. Ziel einer Ergotherapie ist es, einem Menschen mit Entwicklungsstörungen oder verletzungsbedingten Defiziten (wieder) ein weitgehend selbstständiges Leben zu ermöglichen. Ergotherapeutische Maßnahmen schulen dabei bspw. die Motorik, die Konzentrationsfähigkeit und das Sozialverhalten eines Patienten. Ergotherapien bei Kindern haben zum großen Teil einen spieltherapeutischen Charakter.

Kata Ergotherapie berasal dari bahasa yunani dan berarti “pengobatan dengan aktivitas dan kerja”. Tujuan terapinya agar orang yang memiliki gangguan perkembangan atau kekurangan akibat cedera yang dialaminya, dapat kembali hidup mandiri.

Sepengetahuanku di Indonesia biasanya ada di Rumah Sakit di departemen Rehabilitasi Medik. Disini klinik Ergotherapie sangat mudah ditemui dimana saja. Dokter merekomendasikan satu klinik yang dekat dengan tempat tinggal kami,klinik Physiotherapie Ergotherapie Kalden & Munoz.

Aku puas sekali dengan pelayanan klinik tersebut. Pada saat aku menelepon pertama kali, resepsionisnya sangat ramah dan segera menjelaskan prosedurnya. Danesh langsung mendapat 10x Termin yang bisa diganti kapan pun dengan satu syarat pembatalan janji dilakukan max. 1 hari sebelum hari H. Seharusnya terapis yang menangani kasus kami hanya satu orang, namun karena saat itu musim libur kami ditangani oleh 3 terapis. Semua terapisnya perempuan, ramah dan langsung bisa akrab dengan si kecil.

Pertama kali datang sengaja aku mengajak Ayah untuk ikut serta. Alhamdulillah si Ayah antusias untuk ikutan. Keputusan kami datang berdua tepat sebab pada Termin pertama sang terapis hanya melakukan anamnesis dan observasi serta… menasehati eh memberikan saran untuk kami orang tuanya hihihi… Intinya nasehatnya adalah kami sebaiknya membiarkan bocah untuk eksplorasi, memberikan ruang untuk bergerak dan berkreasi, tidak memanjakan dan mengajarkan untuk lebih mandiri. Contohnya mengajak ke Spielplatz atau tempat bermain di taman-taman, mengajarkan anak untuk makan dan minum sendiri, membolehkan dan mengawasi anak naik ke kursi, tangga atau tempat tidur sendiri dan yang paling penting buat kami orang tuanya membiasakan diri untuk tidak selalu menyediakan segala sesuatu untuk anak maupun protektif berlebihan. Sembilan perjanjian sisanya adalah terapi.

Sesungguhnya yang excited dengan terapi itu aku hehehe.. Terapinya adalah bermain. Danesh disediakan berbagai permainan, seperti mainan favoritnya mobil, kemudian kereta dorong, perosotan, lego dll. Satu sesi pertemuan berdurasi 30 menit.

Untuk mendapatkan janji di SPZ aku menghubungi RS, seperti di klinik diatas aku dijelaskan tentang prosedurnya. Bedanya aku tidak bisa langsung mendapatkan tanggal perjanjian, kami akan dikirimi dokumen yang harus diisi, ditandatangani dan dikirim balik, setelahnya baru kami akan mendapatkan tanggal dan jam konsultasi melalui surat. Kami bertemu dengan dokter anak lainnya yang spesialisasi di bidang gangguan dan keterlambatan.

Baik terapis maupun dokter anak sama-sama memberikan kesimpulan bahwa Danesh normal. Mereka tidak menemukan adanya gangguan maupun keterlambatan yang mengkhawatirkan. Persoalannya hanya waktu dan keinginan dari si anak untuk jalan. Kebetulan pada 2 atau 3 terapi terakhir si bocah sudah mulai mau berdiri lebih dari 30 detik dan berjalan beberapa langkah. Pada saat kami memberi tahu terapis tentang hal ini, beliau bilang bahwa tidak lama lagi, sekitar 2 minggu setelah terapi terakhir, dia bisa jalan.

Tanggal 22 Agustus 2016, di Krippe, anakku bisa jalan untuk pertama kalinya. Saat itu dia masih dalam tahap adaptasi di Krippe atau Playgroup. Kami semua sedang di halaman tempat bermain ketika tiba-tiba Danesh yang tadinya merangkak, berdiri, freeze, kemudian berjalan perlahan sembari mengangkat tangannya ke depan. Setelah itu dia terus berjalan kesana kemari di halaman luas itu. Ketika hal itu terjadi aku langsung teriak kecil, beberapa guru pun memperhatikan kejadian tersebut dan langsung tersenyum sambil berkata, “Er läuft.” -dia jalan-

Proud Ayah dan Bunda

-ameliasusilo-

 

 

Advertisements

6 Comments Add yours

  1. ndu.t.yke says:

    Terharuuuu! Selamat bereksplorasi ya Danesh! Stay smart n happy! (& healthy juga tentunya skluarga) 🙂

    1. ameliasusilo says:

      Amiiiinnnnnn terima kasih tante Tyke..

  2. anis ketels says:

    seru dan seneng pasti deh ya mbak ngikutin perkembangan anak itu (plus deg-degan pasti ya mbak) 🙂
    anakku udah 4 bulan 2 minggu tapi sampe sekarang belum bisa tengkurep sendiri nih (atau mungkin belum mau kali ya hehe). saya-nya agak kawatir, sementara bapaknya (dan juga oma) ga gitu kawatir dan bilang pada waktunya dia akan tengkurep sendiri. mudah-mudahan dalam waktu dekat anaknya berani tengkurep sendiri biar mama-nya sedikit lega (dan kemudian berpindah mikirin ke tahap-tahap selanjutnya :p)

    1. ameliasusilo says:

      Naaahhh aku dulu juga gituu.. Mungkin karena kita ibu jadinya lebih khawatir kalau ada sedikit yang gak sesuai dan mulai mikir kemana-mana hihihi… Selama dokter bilang normal tampaknya harus sedikit cooling down, santai dan menerima kenyataan kalau si anak ada saatnya masuk ke tahap berikutnya 😀

      Don’t worry mama, I will tengkurep soon 🙂

      1. anis ketels says:

        Thanks mbaa buat pencerahannya😄

      2. ameliasusilo says:

        Terima kasih kembali 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s