Delfi-Kurs

Ini kegiatan bayi terakhir yang mau kuceritakan.

Sebelum aku sibuk kuliah dan anak kecil masuk daycare, total ada 4 kegiatan yang diikuti. Babymusikgarten, Babymassage, Wassergewöhnung dan terakhir Delfi. Selain karena aku ingin mencari pengalaman dan melancarkan bahasa Jerman, berbagai kegiatan yang kuikuti bisa untuk mengatasi kebosanan.

Hanya tinggal berduaan dengan bayi kecil, rutinitas yang sama berulang kali dan ruang yang kecil di apartemen kami bikin stres loh. Buat aku sih.. Hikmahnya ikutan kegiatan, ada suasana baru, ketemu orang, bisa sharing,mood jadi enak dan bayi pun jadi happy sehingga boboknya lama 🙂

Anyway, awalnya aku tidak tahu tentang Delfi-Kurs. Dari selebaran yang ditempel di dinding rumah sakit Friederikenstift, aku tahu bahwa ada program untuk orang tua dan bayi kecil yang disebut Pekip. Tapiii ketika aku mencari tempat untuk kursus ini, sayang sekali di Hannover untuk usia Danesh semua full booked. Bahkan kelas beberapa bulan ke depan untuk bayi-bayi yang belum lahir sudah full booked. Langsung menyesal 😦

Untungnya ada alternatif lain yang bisa kupilih, Delfi-kurs. Model kegiatannya hampir sama.

Informasi tentang Pekip, websitenya menyediakan pilihan bahasa selain Jerman.

Informasi tentang Delfi, sayangnya hanya berbahasa Jerman.

Kalo tidak salah ingat, ada 3 kategori. Kelas bayi usia 4 minggu – 6 bulan, 6 – 9 bulan dan 9 – 12 bulan. Kelas-kelas ini biasanya berkelanjutan. Aku hanya bisa ikut kelas pertama karena kelas kedua kami ke Indonesia dan kelas ketiga aku sudah mulai kuliah.

Kami mendaftar di Ev. Familien-Bildungsstätte Hannover di daerah Waterloo. Aku lupa berapa biaya kursnya waktu itu untuk sekitar 10 kali pertemuan. Tapi yang jelas lebih murah daripada Pekip yang biasanya dikenai biaya 90-100an Euro. Durasi pertemuan 90 menit. Pesertanya terbatas 6-8 pasang ibu dan bayi.

Apa saja yang dilakukan?

Lebih enak datang 5-10 menit sebelum kelas dimulai. Bayi bisa adaptasi dulu dengan ruangan dan ibu bisa taruh jaket dan perlengkapan tanpa terburu-buru. Biasanya setelah itu kami nyusuin si bayi sambil ngobrol eh tepatnya aku diajak ngobrol ding hihihi aku malu dan bingung buat buka topik pembicaraan 😀

Kelas dimulai dengan bernyanyi sambil absen. Sayang aku lupa lagunya, yang jelas kami bernyanyi bersama sambil menyebut nama ibu dan bayinya. Setelah itu lagu jetzt zieht Hampelmann sembari melepas semua baju dan popok. Ohya bayi-bayi ini memang sengaja tanpa pakaian supaya lebih bebas bergerak dan terstimulasi oleh lingkungan seluruh tubuhnya. Jangan khawatir kedinginan karena pemanas ruangannya dipasang maksimal kayanya, soalnya aku selalu kesumukan. Lantainya pun dialasi karpet karet seperti alas yoga. Bayi biasanya diletakkan di atas Wickelunterlage (alas ganti popok). Apabila ada yang pipis diluar alas tadi, langsung dibersihkan dengan lap basah. Tapi jarang ada yang pipis sih..

Setelah itu dilanjut lagu dan aktivitas favorit kami. Entah judulnya apa yang jelas ibu menyapa anak Hallo Guten Morgen Hallo Guten Tag sambil dadah-dadah. Lalu ibu usap-usap bagian tubuh bayi biasanya mulai dari kepala kemudian dicium bagian tubuh yang diusap tadi. Gitu terus berulang sampai kaki hehehe.. Sampai sekarang aku masih suka nyanyi dua lagu tersebut dan anakku selalu tertawa.

Sesi berikutnya bermain bersama. Bisa main air di kolam plastik, menyanyi dan menari (ibunya maksudnya, bayinya digendong hehehe) atau biasanya diberikan mainan sederhana seperti bola, sutil dapur, kecrekan buatan sendiri, kain warna-warni, pita, tali temali. Jadi sembari anak-anak kami bermain biasanya kami diberi tahu cara membuat mainan tersebut. Disini kadang aku terharu, mainan untuk bayi tidak perlu mahal ternyata. Jika ibunya mau bisa bikin sendiri dan mudah.

Lalu kemudian ada waktu istirahat sebentar dimana biasanya kami menyusui bayi lagi sambil sharing session.  Bisa berupa materi atau sekedar berbagi cerita saja. Yang aku suka, tidak ada saling menghakimi kenapa ibu ini begini kenapa ibu ini begitu. Kenapa bayi A belum bisa ini, kenapa bayi B kaya gitu.

Ini contohnya aku temukan di youtube:

Satu jam setengah seringnya tidak terasa loh. Tau-tau kami sudah menyanyikan Jetzt zieht Hampelmann lagi sambil memakaikan baju. Lalu lagu Alle Leut’ sebagai lagu perpisahan.

semoga bisa menjadi inspirasi teman-teman Indonesia lainnya yang lagi bingung melakukan aktivitas bersama bayinya disini ya. Adakah kegiatan yang sama di Indonesia dan negara lainnya?

-ameliasusilo-

Advertisements

3 Comments Add yours

  1. Afrilla says:

    Hai.. Mau tanya dulu baby nya ikut delfi kurs waktu usia berapa bulan kah? Kebetulan aku tinggal di Jerman juga dan tertarik pengen ikut delfi kurs 🙂 trims

    1. ameliasusilo says:

      Hai.. Terima kasih sudah mampir ke blog. Usia baby dulu 4 bulan waktu pertama kali ikut. Kalau usianya lebih kecil juga bisa. Teman2 sekelas yg lain biasanya usianya tidak terpaut jauh 🙂

      1. Afrilla says:

        Ok trimakasih yaaa 😊

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s