Pengalaman Pertama Menjilid Paper

Hari Rabu minggu lalu adalah jadwal pengumpulan Hausarbeit. Sebelumnya, aku hanya mengumpulkan soft copy dengan memgirim email langsung ke Profesor. Hari Selasa aku baru tahu bahwa para mahasiswa sebaiknya juga mengumpulkan versi hard copy ke sekretariat.

Pikiran pertama adalah: “gw habis berapa nih ngeprint dan jilid?” Hihihi.. Berhubung tinta printer di rumah habis dan printer di kampus yang gratis tidak bisa dipakai karena mesinnya error, aku terpaksa melakukannya di copy shop. Jadi hitung-hitung karena cetak berwarna harganya jauh lebih mahal, itupun masih ditambah ongkos jilid.

Kemudian muncul ide brilian!! ~> numpang ngeprint dan jilid ke kampus tetangga. Hari Kamis pagi aku telepon Rizka supaya bisa menyusup ke ruang komputer numpang ngeprint.

Sayangnya Rizka dan aku telisipan, kelasnya masuk jam 12 sedangkan jam 11.45 aku masih di kota. Akhirnya daripada kebingungan dan nyasar di kampus orang, lebih baik ngeprint di Bibliothek. Bermodal user ID dan password pinjaman akupun pede masuk bibli. Ada kayanya aku puter-puter di sekitar meja komputer ngintipin cara orang ngeprint, baca tata cara dan baca harganya selama 30 menit. Setelah yakin bisa, aku mulai coba ngeprint. Lalu.. Fail! Nama dan kata kunci yang dikasih tidak bisa digunakan. Akhirnya aku ke kasir bilang bahwa aku dari kampus lain mau numpang ngeprint. Ternyata boleh.. Aku dikasih kartu tamu dan setelah selesai bayar di kasir.

Setelah itu, aku ke ruang fotokopi. Disana ada mesin jilid spiral. Spiral dan plastik bening dijual di toko dekat ruang fotokopi.

Lalu aku mulai baca petunjuk pemakaian. Bingung.. Buka youtube.. Mendingan. Akhirnya berani eksekusi gini caranya:

  1. Spiral dimasukin ke gigi-gigi sedemikian hingga gigi-gigi itu bisa terletak diantara lidah-lidah spiral
  2. Disebelah kiri mesin ada tuas yang bisa ditarik ke arah kita. Tarik tuas itu sampai lidah spiral terbuka dan kira-kira cukup untuk masuk ke lubang kertas, diamkan
  3. Kertas (sebaiknya per 5 lembar) dimasukkan ke dalam sela-sela yang di dekat penutup mesin untuk dibolongi
  4. Jangan lupa sesuaikan ukuran kertas dan diameter lubang
  5. Tarik tuas besar yang tampak seperti pegangan di atas mesin (hati-hati agak berat)
  6. Ambil kertas dan ulangi dari no.3 sampai habis
  7. Tidak perlu memasukkan lubang satu persatu ke lidah spiral melainkan jadikan satu semua kertas tadi kemudian sandarkan kertas ke gigi-gigi, kemudian jatuhkan perlahan sambil dipastikan bahwa lubang pas masuk ke lidah spiral
  8. Setelah memastikan semua lubang kertas tanpa terkecuali masuk ke lidah spiral, kembalikan tuas kecil disebelah kiri mesin ke posisi semula dengan perlahan agar lidah spiral yang tergulung kembali tepat masuk dan tertutup rapat
  9. Voila!! 🙂

Semoga bermanfaat 😊

-ameliasusilo-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s