Tugas Menulis: Lesebrief

Demi untuk memperbaiki kemampuan bicara dan menulis, saat ini aku sedang mengambil (lagi) kelas bahasa Jerman. Tiga tahun lalu aku sudah menyelesaikan tingkat B2 dan tanpa mengambil level C1 langsung mengikuti ujian Test DaF. Maksudnya ambil jalan pintas supaya bisa kejar target daftar kuliah sebelum tanggal deadline. Untungnya lulus haahahah.. Soalnya udah pesimis bisa lulus dengan skip satu level 😀 Sayangnya aku kuliah dulu di Göttingen dengan bahasa pengantar bahasa Inggris. Akibatnya saat tahun lalu pindah kuliah ke MHH yang berbahasa Jerman menjadi kewalahan pada saat menulis dan presentasi.

Setelah kursus C1 lumayan ada kemajuan terutama untuk menulis. Entah kenapa untuk bicara aku kurang percaya diri, di kepala banyak yang dipikir sehingga akhirnya malah tidak karuan keluarnya. Ini PR besar yang harus diperbaiki tentunya.

Aku merasakan ada kemajuan yang cukup signifikan setelah menulis tugas Lesebrief. Sebelumnya aku membutuhkan waktu 3-5 jam, kali ini cukup 2 jam (masih cupu sih :p). Setelah selesai aku minta pak suami mengoreksi. Dia cukup puas dengan surat yang kutulis meskipun ada koreksi sana-sini. Dengan tanpa mengganti tulisan yang ada, aku mengumpulkan tugas tersebut. Ternyata setelah dikoreksi beneran aku mendapat nilai 12-13 dari maksimal 15. Lumayan ya.. hehehe.. Hati pun senang, kursus bisa ada hasilnya.

Berikut ini aku tulis ulang disini tulisanku lengkap dengan koreksinya. Siapa tahu bisa membantu jika ada pembaca yang sedang kesulitan, asal jangan beneran dikopi plek-plek ya.

Hannover, 22. August 2016

Sehr geehrte Damen und Herren,

mit Interesse habe ich den Artikel “Sprachreisen im Ausland” in Ihrer Zeitung gelesen. Auch ich habe den Eindruck, dass die Sprachreise eine gute alternative Methode ist, Fremdsprachen zu lernen ist. Da wir uns mit anderen Kursteilnehmern verschiedener Herkunft treffen, sind wir erforderlich gezwungen, nur auf die Fremdsprache zu sprechen. Das Programm geeignet sich nicht nur für die Jugendliche, sondern passt auch zu den Erwachsenen.

Bei uns in Indonesien gibt es nur einen berühmten Anbieter und sein Programm kostet sehr viel Geld. Deswegen konnten meine Eltern mir es es nicht leisten. Trotzdem erlebte ich, dass eine gute Freundin von mir vor für drei Wochen nach den in die USA geflogen hatte war. Während ihrer Reise wohnte sie mit bei einer Gastfamilie und besuchte jeden Morgen eine Sprachschule. Am Wochenende ging sie entweder mit der Gastfamilie oder mit der Sprachschule zum Reiseziel aus.

Meiner Meinung nach ist es sehr wichtig, wenn dass man eine oder mehrere Fremdsprachen flüssig fliessend sprechen kann. Für das Im Berufsleben namentlich wird zuerst ein Lebenslauf mit mehreren Sprachkentnissen und Auslandserfahrung berücksichtigt. Aus diesem Grund würden ich und mein Mann mein Mann und ich unserem Sohn erlauben, einen solche Sprachreise zu gehen unternehmen.

Mit freundlichen Grüßen

-ameliasusilo-

 

 

Advertisements

9 Comments Add yours

  1. denaldd says:

    Mia kamu kereenn banget sudah C1. Duh aku B1 aja kayaknya ga nambah2 ini kemampuan ngomong sama mendengarkannya. Padahal cita2 mulia pengen ikutan tes sampai level C haha. Kamu sudah berapa lama Mia tinggal di Jerman? Trus total belajar bahasa Jerman berapa lama?

    1. ameliasusilo says:

      aku sudah 3,5 tahun mba tinggal disini, itu juga bahasa jermannya gitu2 aja hueehehehe.. kurng kontak sama orang lokal jadinya ga berkembang 😦
      di Indonesia mungkin aku belajar sekitar setahun ya, tapi yang resmi di Goethe hanya 6 bulan buat level A1-A2. Setelah disini aku belajar lagi dari A2 sampai B2 sekitar 6 bulan. Semangaaat terus mba Deny, pasti bisa kok kita casciscus ngomong bahasa disini caiyooo

  2. winnymarlina says:

    keren kak belajar bahasa german

    1. ameliasusilo says:

      Ga pernah kepikiran belajar, ehh ketemu suaminya yg jadi bikin belajar bahasa 🙂

  3. Wah selamat ya lulus TestDaF. Levelku hanya sampe Kleines Deutsches Sprachdiplom aja. Emang ya nulis itu yang susah. Suamiku nyaranin untuk sering baca karena nolong banget saat nulis. Aku kalo soal ngomong, lumayan lancar setelah les 3bulan. Semangat ngomong, Mia… Maen kemari biar bisa ngobrol sama Medea.

    1. ameliasusilo says:

      Min, Sprachdiplom itu bukannya setara C1 ya? Itu lebiiih tinggi dari testDaF kuu Min hihihi.. Iyaaa nih aku ada koran padahal trus ada novel anak2 tapi ga pernah bisa rutin. Kalo ketemu Medea aku latihan ngomong yaa.. 3 bulan lancar itu berarti bakat Miin ahhh iriii 😉

  4. Ampun deh mbak ._. aku nggak ngerti apa-apa ini malah ._. inggris aja belepotan, apalagi jerman :’

  5. Ribet yaaa baca nya … salut kakak

    1. ameliasusilo says:

      hihihi.. nulisnya juga ribet 😀
      terima kasih yaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s