Day 15 Writing Challenge: Compliment

Bismillah..

Compliment atau pujian terbaik menurutku tidak ada ya.. Menjadi terbaik mungkin karena saat pujian itu diucapkan timingnya pas.  Hihihi.. kalau ingat rasanya dipuji.. asoy mau terbang berbunga – bunga gimana gitu yakan.. hihihi..

Baru – baru ini aku mendapat pujian dari pembimbing praktikumku. Saat itu aku sedang berusaha menjawab pertanyaan dari diriku sendiri, gimana caranya bikin variabel baru dari beberapa variabel yang sudah ada. Lalu karena hasilnya beda tipis dari hasil yang sudah pernah dipublikasikan aku harus mengonsultasikan hal ini ke pembimbing.  Beliau bingung dengan cara yang aku gunakan karena tidak pernah tahu ada cara seperti itu. Sampai meminta aku menjelaskan sekali lagi (sebenernya ini juga tanda tanya sih karena beneran  bingung sama rumusku atau karena tidak paham sama bahasa jermanku hihihihi). Ketika beliau tanya darimana aku tahu dan kujawab dari kuliah, beliau manggut – manggut. Ketika beliau merumuskan dengan cara yang ia ketahui hasilnyapun tidak jauh beda.

Akhirnya muncul pujian pertama, “Sehr gut!” alhamdulillah..

Pujian kedua aku dengarnya tidak sengaja. Beliau bertemu dengan dosen yang mengajarkan materi software tersebut, lalu cerita tentang kejadian diatas. Kemudian terucaplah pujian dari keduanya.

sumber foto: pictures88.com

-ameliasusilo-

Day 14 Writing Challenge: Movie

Bismillah..

Film apa yang akan ditonton kalau hanya diperbolehkan satu kali nonton selama hidup? Menarik..

Sejak punya anak bisa dihitung pakai jari nonton di bioskop atau nonton lewat internet. Jadinya jawab pertanyaannya agak bingung.

Tapi film yang lebih dari 3x kutonton dan belum bosen juga sampai detik ini.. Ocean’s Twelve

Kenapa? Karena settingnya di Eropa. Sebut saja Amsterdam, Roma, Lake Como, Paris.. #pinginliburan Ceritanya simpel, tidak perlu mikir sampai pusing, pemainnya ternama.

Kurang greget ya pilihannya hihihi…

-ameliasusilo-

Day 13 Writing Challenge: List of My Favourite…

Bismillah..

.. songs: lagunya Tulus yang Teman Hidup. Aku suka lagu dan videoklipnya. Setiap dengar lagu ini rasanya nyess.. antara terharu dan adem. Jadi ingat ke pak suami 😊

.. quote: –

.. foods:  nasi uduk, nasi padang, soto betawi, batagor, ketoprak, banyaklah..

.. vacation spot: kalau di Jerman itu Berlin, Solo dan Bandung di Indonesia, tiga-tiganya karena wisata kuliner.

.. photo: sejak anak bocah lebih besar, susah dapat foto yang bagus. Foto ini jadi favorit karena diambilnya berkali – kali sambil dagdigdug karena lokasinya diatas danau yang beku.

-ameliasusilo-

Day 12 Writing Challenge: What I’m Most Looking Forward to in the Next Six Month

Bismillah..

Sekarang bulan Maret, enam bulan lagi berarti September. Pas ini temanya karena memang ada beberapa hal dari sekarang sampai bulan September nanti..

Pertama, mudik Indonesia di bulan September. Aku sudah membayangkan segala jenis makanan dari yang di pinggir jalan sampai yang fancy di Restaurant. Lalu, yang pasti ketemu keluarga besar dan teman – teman. Masih di bulan yang sama sebelum pulang kampung, kalau rejeki, bisa ke Lübeck menghadiri acara penting.

Juli, kalau diijinkan, kepingin ikutan Exkursion ke WHO di Kopenhagen. Ini lagi galau sebenernya ambil modul Intenational Health System full jadi sudah pasti bisa ikut ke markasnya WHO – Eropa atau ambil seminarnya saja yang belum tentu bisa ikutan pergi. Nyokap rencananya bulan ini mau datang lagi.. yeayyy perbaikan gizi makan enak 🙂

Juni adalah lebaran. Tampaknya sebagian besar orang Indonesia tidak mudik sehingga kemungkinan lebarannya ramai disini.

April bulan depan mudah – mudahan kami sekeluarga bisa liburan ke selatan.

Kalau boleh berandai – andai sih sebenernya kepingin dalam enam bulan kedepan itu salah satu dari kami bisa punya Arbeitsvertrag yang oke. Sehingga bisa segera ancang – ancang untuk pindah ke tempat yang lebih besar dan terutama tidak pusing lagi kalau mau urusan perpanjang ijin tinggal. Amiiiiinnnnn……………

-ameliasusilo-

 

Day 11 Writing Challenge: One Thing I won’t Change About Myself

Bismillah…

Tinggal di Jerman itu mengajarkan banyak hal. Meskipun sebelum merantau kesini aku sudah beberapa kali pergi jauh dari keluarga, entah kenapa di kota ini lebih banyak yang bisa kujadikan pelajaran dalam hidup. Mungkin sudut pandangnya beda ya. Kalau dulu aku tinggal di Solo 7 tahun atau di Palu 1 tahun statusnya masih sendiri, jadi segala sesuatunya tentang “aku”. Sedangkan disini, walau baru 4 tahun, selalu mengutamakan tentang “kami”.

Bisa dibilang hidup kami disini cukup. Meskipun kadang turun tapi alhamdulillah cukup. Apabila ada yang berpikir kami wealthy waah alhamdulillah. Karena satu dan lain hal kami masih jauh dari standar berlebih disini. 

Hidup dikelilingi lingkungan teman – teman yang berlebih itu kadang bikin stres loh. Iya kan? Iya tidak? (Maksa hihihi…) Oleh karena itu satu hal yang aku tidak mau hilangkan dari diriku adalah menjadi orang yang positif. Kalau galau atau baper jadinya kadarnya sedikit. Atau ketika aku ingin ini itu tapi tidak bisa ya jadinya pasrah saja. Atau juga jadinya bertemu dengan orang – orang yang positif. Manfaat dari positif juga kadang membuat kejutan dalam hidup. Seperti segala sesuatunya jadi lancar dan mudah.

Terima kasih untuk kalian, yang dengan segala nasihat, input dan semangatnya tetap membuatku jadi orang yang positif. Kecup :*

-ameliasusilo-